Labuan Cermin Icon Wisata Kaltim
Sri
Wahyuni
SAMARINDA
Kepala Dins Pariwisata Provinsi
Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, Explore Borneo (Kaltim Fair 2021), menjadi salah satu momentum untuk
mempromosikan pariwisata Kaltim
dimasa pandemi Covid-19, meskipun
protokol kesehatan, tetapi berwisata aman bisa dilakukan di Kaltim, karena
beberapa industri pariwisata sudah menerapkan
CHSE atau Cleanliness
(Kebersihan) Health (Kesehatan) Safety (Keamanan) dan Environment (Ramah
Lingkungan).
Namun ketika berwisata aman, kata Sri
Wahyuni, tentu tidak berarti hanya industrinya saja yang menerapkan CHSE,
tatapi pengunjungnya juga harus tertib dan respek dengan penerapan CHSE itu
sendiri, sehingga bisa aman dari penularan Covid-19.
“ Penyelenggaraan Explore Borneo ini, kita
hadir khusus dengan Danau Labuan Cermin,
dimana satu tahun terakhir ini, kita
gebyar sebagai icon kita untuk tahun ini, sehingga orang bisa mengingat dan
tahu bahwa Kaltim punya salah satu surga dari timur adalah Danau Labuan Cermin
atau Danau Dua Rasa yang hanya ada 4 di dunia,” kata Sri Wahyuni
disela acara Explore Borneo, yang digelar di Atrium Bigmall Samarinda mulai 15
sampai 19 Maret 2021.
Sri Wahyuni
menambahkan, berdasarkan informasi dari kepala bidang pemasaran
pariwisata Kaltim, sudah ada tour pelaku yang sudah datang ke Kaltim, oleh
karena itu miskipun sudah di kenal, Danau Labuan Cermin harus
tetap dipromosikan.
“Maka dari itu, dengan adanya Explore Borneo ini, menjadi ajang untuk mempromosikan
obyek wisata Danau Labuan Cermin, yang
terletak di Desa Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Dan ini menjadi tugas
kita untuk sesering mungkin mempromosikan dan mengingatkan bahwa kita punya
potensi wisata yang tidak kalah dengan potensi wiasata didaerah lainnya,”
tandasnya.
Dalam pameran
Explor Borneo ini, lanjut Sri
Wahyuni, Dispar Kaltim mengambil bagian selaian mempromosikan Danau Labuan
Cermin sebagai icon pintu gerbang pariwisata Kaltim, juga mengenalkan ekowisata
bahari, ekowisata hutan dan buah, kuliner juga ada bagaimana caranya mendapatkan sertifikasi CHSE.
“ Apa yang kita lakukan ini, sebagai pintu
masukknya, supaya bisa menjadi daya
tarik pengunjung untuk datang ke stan kita melihat dari dekat, setelah itu pengunjung bisa exsplore, karena kita
juga masih mengadakan pameran virtual 20 stan yang menyajikan semua informasi
tentang pariwisata yang ada di
Kaltim,”kata Sri Wahyuni.(mar/poskotakaltimnews.com)